Jumat, 01 Mei 2020

Ceritake delapan

1 Mei

Malam hujan sedang ku lalui
Entah mengapa aku resah
Tiap hujan menyerang
Tiap kau tak disampingku

Malam malam tlah kau tinggalkan
Tanpa pesan sebuah kata
Tanpa pesan sebuah suara
kau meninggalkanku begitu saja

Pergi saja kau menghilang
Tak usah kembali dan kemari
Aku tak akan mampu menerimamu
Kau terlalu buruk untukku

Selasa, 28 April 2020

Ceritake tujuh


Renung

Malam panjang dengan ruang hampa
Tak bersuara meninggalkan sunyi
Tiba - tiba terdengar bunyi
resah, gelisah, rasa yang tak biasa mulai terasa

Kulihat asal bunyi yang kucari
Ternyata pesan yang tak biasa ku dapatkan
Ku tertegun, karna ini sungguh mengejutkan

Ku mulai membukanya dengan perlahan
Perasaan sudah mulai tak terarah
Ku melihat dengan penuh rasa
Ku genggamnya sebuah isi pesan yang mengancam

Sungguh tak kusangka,
Aku mampu untuk mengenggamnya
Berharap pesan ini tak lagi berlaku untukku
Karna ini sebuah angan - angan semu yang tak lagi mampu untuk meluluhkan hatiku

Ceritake enam


bertemu dengannya 

ini dia
sepercik kesalahan dimasa lalu
memberi rasa dan harapan 
memutus tali rantaian 
keping keping kebahagiaan

memalukan sungguh
mengakui memiliki rasa
namun dia tak sama

andai kau dapat pahami
perasaan lama yang tak pasti
andai kau dapat menunggu
perasaan baru yang menginginkanmu


Ceritake lima

Luka

luka
memang seperti itu
menyakitkan, menyayat memasuki garis ruang yang tertulis

memang terluka itu pahit
mencekik mencekam membuat menjerit
terbuka karena tersayat
menangis karena merasa terluka

aku yang terluka karena setiap kata
meringis memohon sembuh
menangis karna rapuh
tersedu sedu karna tak mampu menahan perih luka

Ceritake empat


Bertemu

tak ku mengerti
betapa sakitnya hati ini
tutur kata menggoreskan luka

kau menyakiti tanpa memahami
kau bertindak tanpa berfikir tepat
seolah olah kau tunjukkan kau tak berahlaq

ini bukan tentang dia
tapi tentangmu yang bertindak tak kenal tuan
bergerak menyerbu tak kenal waktu
kau payah memang,tak berlogika dan tak kenal etika

Ceritake tiga


Cacing yang dimakan semut

Aku seorang cacing yang kesepian
Tak banyak berkutik dan tak karuan
Tapi matahari tak pernah lelah menyinari ku bawah sini
Tanah pun tak pernah melepasku dikegelapan malam

Dia semut bagai seorang kawan
Merayap mematahkan sayap
Menyerbu tak bertumpu
Menggeliti tanpa mengasihi

Dia kawan bagai lawan
Menusuk tak kenal tuan
Mematikan memang cacing yang dimakan semut


Ceritake dua


Hari ini
Malam yang baru ini
Mungkin akan menjadi malam yang panjang
Panjang untuk layak diperjuangkan

Dia
Dia yang datang tanpa mengenal
Memahami tanpa mengikuti
Dan akhirnya menemui titik temu cerita

Lewat ceritanya ku pahami dia
Dia yang ditakdirkan
Menemani malam panjangku
Disudut ruang tenang dikamar
Dan kini ku rasa ku sudah mulai mengantuk

Disudut kamarku yang sepi dan redup
Ku selipkan doa kecilku untukmu yang sedang menungguku datang dalam mimpi indahmu